Tuesday, August 2, 2011

Belajar dari Kera - Sebuah Motivasi

Baca Juga:

Sebuah pepatah yang pernah saya baca, Meskipun keluar dari dubur ayam, ambillah jika itu sebuah telur. Namun buanglah sesuatu keluar dari dubur seorang pejabat tinggi sekalipun.

Berpegang pada pepatah tersebut, kita harus banyak belajar untuk dapat memahami sekalipun sulit untuk bisa. Belajar dan belajar. Kepada seluruh siswa SMK Negeri 1 Pakong khususnya, dan para pelajar secara umum. Marilah kita belajar pada Kera.

Sepertinya kalau kita baca judul artikel ini seakan tidak mungkin jika manusia belajar dari hewan. Yang saya maksudkan bukan kita belajar kepada kera, namun kita mengambil nilai filosofi dari kera yang bisa dan mampu menangkap apa yang dilatih majikannya.

Jika kera saja bisa terlatih dan terlampir dengan biasa latihan, kenapa kita tidak yang memiliki pikiran, akal dan perasaan? Dengan latihan tentunya segala sesuatu dapat dipupuk, Dikembangkan dan ditingkatkan.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa juga harus belajar dari kera? Beberapa hari yang lalu di dalam sebuah kelas ada celetukan siswa “Saya memang bodoh, sehingga terasa sulit untuk bisa memahami pelajaran di kelas”. Itulah celetukan seorang siswa.

Tidak ada manusia yang terlahir bodoh, yang ada adalah manusia dilahirkan sempurna, Lebih sempurna dari hewan, bahkan dari malaikat sekalipun. Hal tersebut karena manusia punya akal.

Jadi ingat sebuah cerita. Seorang bapak melihat kamar sang anak penuh dengan sarang laba-laba pada atap rumah yang tidak berplafon. Sang bapak bertanya, “kenapa kamar ini kotor sekali, penuh sarang laba-laba diatas.” Si anak menjawab, “Disini tidak ada sapu panjang untuk membersihkan sarang laba-laba di atas pak.” Sang bapak menjawab dengan tenang, “Bukan sapu yang punya akal, tapi kamu yang punya akal.”

Dari cerita pendek diatas, patutlah kita syukuri akal dan pikiran yang telah dikaruniakan kepada kita, sehingga kita lebih mulya dari hewan, bahkan dari malaikat sekalipun.

Sebagai penutup artikel ini, marilah kita bersama meningkatkan latihan, dan semangat belajar. Jika hewan bisa memainkan alat pada arena sirkus, tentu karena sang majikan sering melatih hewan itu sehingga terbiasa. Bagaimana jika kita dengan akal dan pikiran kita untuk membiasakan belajar, mengasah otak. Yakin seyakin yakinnya, dengan kebiasaan belajar dan melatih akal, akan secara perlahan terasah dan menjadi pikiran yang memiliki ketajaman yang luar biasa. Tinggalkan kebiasaan belajar jika hanya ada tugas, jika hanya untuk menghadapi ujian.

Belajarlah pada kera yang bisa karena biasa. Begitu juga dengan manusia, akan terampil dan luar biasa jika dibiasakan berlatih dan belajar.

Tetap semangat dalama menggapai cita-cita. Selamat belajar dan menunaikan ibadah puasa.

Diposkan: Pada Tuesday, August 02, 2011 On Category | Artikel dapat ditemukan di google Search
Comments
0 Comments

Post a Comment