Tuesday, January 28, 2014

Menjadi Siswa Tidak Harus Pinter

Baca Juga:

Menjadi seorang siswa atau menjadi pelajar merupakan suatu hal yang bisa dikatakan sebagai hal wajib dilakukan oleh setiap manusia. Sebagai umat beragama terlebih lagi terlahir dan tumbuh besar serta dewasa sebagai umat Islam, tuntutan belajar dan menuntut ilmu merupakan seuatu kewajiban dalam menjalani kehidupan, sebagaimana telah di sabdakan Rasulullah untuk menuntuk ilmu meskipun ke negeri Cina. Sementara waktu itu rasulullah belum kenal dengan negeri Cina.

Namun karena pentingnya ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, maka rasulullah bersabda seperti hal tersebut.

Pada dasarnya manusia adalah siswa yang harus terus belajar dan menuntut ilmu dalam setiap gerak kehidupan. Sejak lahir dan tumbuh menjadi manusia yang bisa berpikir meskipun pola berpikir sederhana pada masa kanak-kanak sampai tua kewajiban untuk belajar akan selalu ada, tidak salah jika penulis mengatakan pada dasarnya setiap manusia adalah siswa yang harus terus belajar.

Sebagai judul tulisan singkat ini yang semoga dapat kita jadikan renungan dalam kehidupan kita, Menjadi SIswa Tidak Harus Pinter.

Kemungkinan adanya kontroversi masih saja terjadi dengan statement yang diberikan penulis. Namun hal tersebut jangan dijadikan sesuatu yang meruncing. Perbedaan boleh ada namun pola berpikir dan cara pandang masing-masing individu berbeda, dan inilah cara pandang dari penulis bahwa dalam belajar atau menjadi seorang siswa tidak harus pinter.

Pinter atau cerdas sepertinya sebuah anugerah yang diberikan tuhan kepada manusia tertentu, namun masing-masing individu memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda. Ada sebagian pola berpikir yang cepat tanggap serta mudah memahami sesuatu yang ditangkap oleh indera, namun ada pula yang memerlukan proses cukup lama untuk memahami sesuatu yang ditangkap oleh indera kita.

Sebagai contoh sederhana kegiatan belajar mengajar di dalam kelas untuk menyempitkan makna siswa. Dari beberapa siswa di dalam kelas tentu memiliki karkater dan daya tangkap terhadap pemahaman pelajaran yang berbeda. Ada siswa yang cepat memahami maksud dari penjelasan guru, ada yang butuh waktu dan proses untuk dapat memahami pelajaran yang diperoleh dalam pembelajaran kelas.

Siswa yang cepat memiliki pemahaman dan mengerti apa yang dijelaskan oleh sang guru biasanya mendapatkan julukan atau predikat bahwa siswa itu pinter, cerdas atau entah istilah lain yang pantas untuk siswa yang memiliki kelebihan tersebut. Sementara siswa yang sulit bahkan sangat butuh waktu lama untuk memahami sebuah pelajaran dapat dikatan bodoh mungkin. Namun betulkan mereka bodoh?

Belum tentu menurut pandangan menulis. Terkadang mereka butuh waktu yang cukup lama untuk melatih otak agar lebih berkontraksi untuk memikirkan apa yang diterima sebagai pelajaran. Nah untuk itu diperlukan latihan khusus agar otak dapat berinteraksi lebih baik sehingga dapat memahami sesuatu yang perlu dipelajari. Ini mungkin yang dinamakan dengan proses belajar.

Belajar atau mengulang pelajaran merupakan salah satu cara atau metode untuk melatih otak. Jika anda pernah membaca sebuah tulisan dari penulis pada blog SMK NEGERI 1 PAKONG, sepertinya anda dapat memahami maksud dari statement Menjadi Siswa Tidak Harus Pinter.

Membiasakan membaca, membiasakan menulis juga dapat melatih otak untuk lebih tanggap dengan situasi dan kondisi sekitar. Belajar dan terus mengulang sesuatu yang belum dipahami. Terus belajar dan mencoba untuk menjadi paham sesuatu yang belum paham, tidak harus pinter namun dibutuhkan kemauan untuk belajar dan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Kiranya cukup sekian tulisan singkat ini, jika ada hal yang kurang berkenan, itulah batas kemampuan yang dimiliki penulis dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki. Jika ada manfaat adalah sebuah kebetulan belaka diluar kemampuan penulis.

Diposkan: Pada Tuesday, January 28, 2014 On Category | Artikel dapat ditemukan di google Search
Comments
0 Comments

Post a Comment