Thursday, January 8, 2015

SMK Relion P700 Quad Core Tablet e-Pembelajaran

Baca Juga:

SMK Relion P700 Quad Core Tablet e-Pembelajaran
Seperti yang telah disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk mengganti sistem pendidikan dengan memanfaatkan tablet sebagai pengganti buku pelajaran. Sebuah konsep yang disebut dengan istilah e-Sabak tersebut untuk mengangkat alat tulis jaman dulu dipadu dengan kemajuan teknologi. Jika dahulu siswa mempergunakan Sabak untuk menulis, seiring dengan kemajuan teknologi saat ini sudah dapat digantikan dengan perangkat canggih mempergunakan system komputerasi dalam bentuk tablet.

SMK Relion P700 Quad Core Tablet e-PembelajaranSMK Negeri 1 Pakong merupakan salah satu sekolah yang menerima program tersebut dengan mendapatkan beberapa unit tablet rakitan anak SMK. Relion P700 Quad Core Tablet dengan spesifikasi pada bagian dapur pacu mempergunakan CPU Allwinner A31S, Quad Core Cortex A7, 1.2 GHZ yang cukup memadai untuk sekedar membaca e-Book sebagai ganti modul yang biasa dipergunakan. Dengan Android 4.4.2 Kitkat tentu sudah memiliki tampilan terbaru dari system operasi android. 1 GB RAM, 10.1” LCD Capacitive Multi-touch Panel, 8GB ROM, dilengkapi dengan wifi 802.11b/g/n, support G-sensor, HDMI dengan GPU 3,7V 4000mah.

Untuk aplikasi seperti aplikasi android pada umumnya terdapat tambahan tambahan aplikasi Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan e-Pembelajaran yang semuanya masih perlu sinkronisasi dengan sekitar 861 perangkat pembelajaran yang sudah tersimpan di dalam internal memori perangkat tersebut.

SMK Relion P700 Quad Core Tablet e-PembelajaranRencana tindak lanjut yang akan dilakukan oleh tim pengembangan SMK Negeri 1 Pakong, E-Book tersebut akan ditempatkan khusus dalam satu ruangan yang akan dilengkapi dengan koneksi internet khusus sehingga siswa didampingi guru pelajaran masing-masing dapat memanfaatkan modul digital dengan mempergunakan Tablet tersebut sehingga tidak perlu lagi melakukan foto copy buku pembelajaran yang cukup tebal dan memberatkan isi tas sekolah mereka. Sekolah akan menyediakan modul pembelajaran dalam bentuk digital.

Sementara konten modul yang tersimpan masih belum lengkap sesuai dengan peta kurikulum yang ada di SMK Negeri 1 Pakong. Semoga untuk kedepan ada tindak lanjut dari pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melengkapi modul-modul elektronik yang dapat diunduh sehingga proses pembelajaran akan lebih lancar dengan dukungan buku pembelajaran yang lengkap.

Diposkan: Pada Thursday, January 08, 2015 On Category | Artikel dapat ditemukan di google Search
Comments
0 Comments

Post a Comment