Friday, February 27, 2015

Guru Seorang Stand Up Komedian

Baca Juga:

Guru Seorang Stand Up Komedian
Stand Up komedi, sering kita dengar bahkan mungkin sering pula kita menyaksikan acara tersebut pada salah satu stasiun televise. Banyak figure yang unik dan memiliki talenta luar biasa untuk memberikan hiburan dengan candaan ringan yang mengocok perut para penonton. Sebut saja salah satu dari comedian yang cukup terkenal dengan berbagai uraian yang tidak masuk akal namun memberikan hiburan bagi yang menyaksikan ataupun sekedar mendengarkan.

Cak lontong dengan salam khasnya “Salam Lemper”. Berbagai ide kreatif untuk menghadirkan cerita monolog tanpa harus ada sanggahan dari para penonton, namun sambut tawa dan tepuk tangan kerap hadir diantara ungkapan-ungkapan yang dilontarkan. Namun berapa jam para stand up comedian tampil di depan kamera, tampil didepan penonton? Semakin tinggi jam tayangnya, maka semakin besar penghasilan yang mereka peroleh. Tantangan terberat juga akan dihadapi para comedian dalam menghadirkan ide-ide kreatif yang variatif dan inovatif untuk memberikan hiburan ataupun sekedar kritikan ringan melalui bualan segar yang lucu.

Sekarang kita coba perhatikan kehidupan seorang guru, yang terkadang harus menampilkan monolog di depan kelas tanpa ada respon yang berarti dari para audien (dalam hal ini tentu saja siswa). Berapa jam tayang yang harus dilakukan seorang guru setiap hari. Bagaimana seorang guru menghasilkan sebuah cerita ringan dalam sajian monolog untuk menghidupkan kelas yang sudah mulai layu, terlebih pada jam-jam pelajaran siang. Dimana para siswa sudah letih, ngantuk, lapar, malas dan segala macam alasan untuk kurang memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan.

Nah pada posisi seperti ini seorang guru harus hadir sebagai seorang comedian untuk memancing kembali semangat siswa-siswi yang sudah perlu dicharger. Pada kondisi seperti itulah guru hadir sebagai seorang stand up comedian sekalipun tidak harus menghadirkan cerita lucu, biasanya siswa akan kembali bersamangat menimal bangkit dari penyakitnya pada jam-jam terakhir menjelang pulang sekolah.

Tidak selamanya siswa harus dijejali dengan materi pembelajaran yang terkadang membosankan, perlu adanya penyegaran suasana, perlunya keterampilan guru dalam mengelola kelas dengan cara kreatif, inovatif sekalipun harus keluar dari jalurnya. Bukan lagi menjadi seorang guru, namun hadir sebagai seorang stand up comedian.

Sebagai stand up comedian, guru harus kreatif dalam menghadirkan cerita motivasi yang mungkin juga harus lucu, dan menyelipkan pembelajaran di dalam cerita yang ditampilkan di depan kelas. Profesi comedian yang dilakukan seorang guru tentu lebih luar biasa dibandingkan seorang master stand up komedia yang telah memiliki nama besar dan terkenal dengan berbagai ide ceritanya yang mengocok perut. Seorang guru harus menghadapi audien yang sama dalam waktu yang relative dekat. Jika tidak bisa menghadirkan cerita kreatif dan variatif, maka tujuan memberikan suasana kelas yang lebih fresh akan sulit tercapai. Siswa akan mengatakan ceritanya basi.

Setuju atau tidak, silahkan tinggalkan komentar anda pada kotak kementar yang tersedia di bawah tulisan ini, benarkah seorang guru ada stand up comedian?

Diposkan: Pada Friday, February 27, 2015 On Category | Artikel dapat ditemukan di google Search
Comments
0 Comments

Post a Comment